Persib Bandung Bisa Patahkan Tradisi Juara ISL


 Persib Bandung

Sejak Indonesia Super League (ISL) bergulir, belum pernah ada satupun tim yang mampu mempertahankan gelar juara pada musim selanjutnya. Namun demikian, catatan itu bisa terpecahkan pada musim kompetisi 2015.

Bergulir sejak 2008, trofi juara ISL selalu berpindah tangan setiap tahun. Persipura Jayapura, Arema Cronus, Sriwijaya FC, dan Persib Bandung bergantian menjadi juara.

Mengenai tradisi, bukan tidak mungkin Persib Bandung berpeluang mematahkan tradisi itu. Mantan pemain yang sekarang menjadi pengamat sepak bola, Imran Nahumarury, meyakini itu.

Menurut Imran Nahumarury, materi pemain tim Maung Bandung kompetitif dan kaya pengalaman.
“Persib bisa juara lagi meski ada tim lain yang kompetitif,” kata Imran.

Kroos: Trofi Ini untuk Semua Madridista


 Toni Kroos

Toni Kroos mempersembahkan gelar Piala Dunia Antarklub yang baru dimenangkan oleh Real Madrid untuk semua fans setia klub yang ada di seluruh dunia.

Dalam pernyataan yang ia buat di Facebook, gelandang Jerman itu mengungkap betapa indahnya tahun 2014 untuk perjalanan karirnya selama ini.

"Wow! Usai tahun yang amat istimewa, kami mampu menjadi juara Piala Dunia Antarklub. Trofi ini untuk kalian semua Madridistas! Terima kasih atas semua dukungan dan gairah anda! ‪#‎HalaMdrid‬" tulis Kroos.

2014 juga amat istimewa untuk Kroos, lantaran ia sukses membawa Jerman menjadi juara Piala Dunia di Brasil, sebelum akhirnya memutuskan untuk pindah ke Madrid.

Kroos juga jadi pemain pertama yang pernah memenangkan gelar juara Piala Dunia Antarklub di dua tahun secara beruntun, dengan dua klub berbeda, setelah sebelumnya merengkuh trofi serupa di Bayern Munich.

Liga Super Indonesia 2015

 Liga Super Indonesia

Liga Super Indonesia (LSI) 2015 bakal dimulai 1 Februari 2015. Sementara Kompetisi Divisi Divisi Utama Liga Indonesia (LI) 2015 diputar 19 Februari 2015.

Kepastian itu diungkapkan CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono seperti dikutip Sportanews, Senin (15/12/2014).

Joko berharap, dengan adanya kepastian itu, calon peserta bersiap-siap menghadapi verifikasi, terutama klub-klub Divisi Utama.

Setidaknya ada 58 klub Divisi Utama yang akan diverifikasi untuk menentukan kelayakan mereka berlaga di Divisi Utama.

Verifikasi, antara lain melihat kesiapan klub dari sisi finansial dan infrastruktur, khususnya kelayakan stadion. Klub-klub yang tak siap atau belum memiliki stadion yang layak, bisa saja dilarang tampil di Divisi Utama atau diwajibkan mencari stadion lain yang layak.

Untuk informasi semua tentang Indonesia Super League

Bupati Ciamis: PSGC Telah Menjadi Aset


 Logo PSGC

Bupati Ciamis H.Iing Syam Arifin meminta langkah tim sepak bola PSGC Ciamis untuk terus berkiprah di Divisi Utama,terlebih lagi musim kompetisi Divisi Utama 2015 sebentar lagi akan bergulir.

"Saya selaku pemerintahan dan juga pribadi serta masyarakat Ciamis meminta dan berharap langkah PSGC yang telah membawa harum luar biasa nama Ciamis ini untuk terus melanjutkan kiprahnya dan mempersiapkan diri untuk ikut berkompetisi di musim depan,"ujar Bupati Ciamis H.Iing Syam Arifin dalam silaturahmi Manajemen PSGC dan tokoh masyarakat di aula offroom Setda Ciamis (9/12).Turut hadir Wakil Bupati Ciamis,H.Jeje Wiradinata,Ketua DPRD H.Asep Rony.

Dikatakan Bupati H.Iing Syam Arifin,sudah selayaknya kita bersama untuk berpikir kedepan melanjutkan kiprah PSGC.

"PSGC ini sudah menjadi sebuah aset bersama,untuk hal itu tentunya kita wajib bersama-sama pula untuk memelihara kesinambunganya,"tegas H.Iing Syam Arifin.

Terkait masalah finansial yang dibutuhkan PSGC untuk mengarungi kompetisi divisi utama musim depan,diungkapkan H.Iing Syam Arifin,tentunya hal itu harus dipikirkan bersama.

"Mari kita pikirkan dan cari solusi kedepanya masalah kebutuhan finansial PSGC ini,saya yakin Manajemen PSGC yang telah terbukti profesionalnya seprti halnya di musim kemarin akan mampu memanajerial kedepanya,"ungkap H.Iing Syam Arifin.

Ketua DPRD Ciamis H.Asep Rony,mengatakan pihaknya di legeslatif mendukung penuh kiprah PSGC ini.

"PSGC disamping sudah menjadi bagian warga Ciamis tentunya telah membawa harum dan kehormatan Ciamis dengan ini semua tentunya kami di legeslatif mensuport dan mendukung sepanjang PSGC tidak berbenturan dengan aturan,"ungkap H.Asep Rony.

Untuk hal itu semua tentunya PSGC,harus tetap eksis dan siap menjalani kompetisi musim depan meski kendala yang dihadapi yakni finansial harus dipikirkan bersama.

Sementara itu,manajer PSGC Ciamis,H.Herdiat yang juga Sekda Pemkab Ciamis mengatakan,dirinya secara pribadi siap selalu melanjutkan kiprah PSGC dikompetisi musim 2015.

"Namun bila ada yang siap untuk tampil sebagai manajer silahkan saya secara pribadi memberikan kesempatan kepada siapapun untuk memanajerial PSGC ke depan,"ungkap H.Herdiat.

Tak bisa dipungkiri lanjut H.Herdiat,dalam sebuah kompetisi seperti halnya kompetisi divisi utama musim 2014 masalah finansial merupakan hal umum yang kerap menjadi batu sandungan di setiap tim sepak bola.

"Demikian pula kebutuhan fiansial PSGC musim depan dalam kompetisi kemarin saja kita menghabiskan biaya sampai Rp 5 Milyar ,"ungkap H.Herdiat.

Untuk kebutuhan finansial musim depan lanjutnya diperkirakan juga membutuhkan biaya yang tak jauh beda.

"Untuk kebutuhan musim kompetisi 2015yang diperkirakan akan membutuhkan finasial sebesar Rp 5 Milyar itu,saat ini pihak PSGC baru ada pembicaraan dengan BRI yang siap menjadi sponsor namun itu juga tidak sepenuhnya,"jelas H.Herdiat.

Guna menanggulangi kebutuhan tersebut lanjut H.Herdiat,pihaknya terus berupaya mencari berbagai pihak yang siap menjadi sponsor.

"Pihak kami sendiri mempunyai beberapa opsi untuk kiprah PSGC musim depan agar terus bisa berkiprah di divisi utama,"ujar H.Herdiat.

Salah satu opsi itu sendiri diantaranya yakni,menjual legalitas PSGC kepihak lain dengan base camp di Ciamis ataupun melepas PSGC seutuhnya dengan catatan masih membawa nama PSGC.

"Namun bila saja masalah kebutuhan finansial bisa diatasi bersama siapapun manajernya PSGC sebaiknya tidak di "lepas" dan kiranya saya pribadi siap untuk kembali maju menjadi manajer,"tegas H.Herdiat.